Kurikulum
Nama :
Budi
NIM :
11901203
Kelas :
PAI 4G
Mata
Kuliah : Magang 1
KURIKULUM
A. Pengertian
Kurikulum
Kata kurikulum berasal dari bahasa
Latin currere, yang berarti lapangan perlombaan lari. Kurikulum juga bisa
berasal dari kata curriculum yang berarti a running course, dan dalam bahasa
Prancis dikenal dengan carter berarti to run (berlari). Secara terminologi,
kurikulum berarti suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar
dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan dan dirancangkan secara
sistematika atas dasar norma-norma yang berlaku dan dijadikan pedoman dalam
proses pembelajaran bagi pendidik untuk mencapai tujuan Pendidikan. Secara
etimologi, kurikulum berasal dari bahasa Yunani yaitu kata curir dan currere
yang merupakan istilah bagi tempat berpacu, berlari, dari sebuah perlombaan
yang telah dibentuk semacam rute pacuan yang harus dilalui oleh para kompetitor
sebuah perlombaan. Dengan kata lain, rute tersebut harus dipatuhi dan dilalui
oleh para kompetitor sebuah perlombaan. Konsekuensinya adalah, siapapun yang
mengikuti kompetisi harus mematuhi rute currere tersebut.
Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program
pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang
berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam
satu periode jenjang pendidikan. Kurikulum merupakan seperangkat pengaturan
yang digunakan dalam proses pembelajaran dan merupakan bagian dari Pendidikan.
B. Komponen Kurikulum
Salah satu fungsi kurikulum ialah sebagai alat untuk
mencapai tujuan pendidikan yang pada dasarnya kurikulum memiliki komponen pokok
dan komponen penunjang yang saling berkaitan dan berinteraksi satu sama lainnya
dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Komponen merupakan satu sistem dari
berbagai komponen yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama
lainnya, sebab kalau satu komponen saja tidak ada atau tidak berjalan
sebagaimana mestinya. Para ahli berbeda pendapat dalam menetapkan
komponen-komponen kurikulum. Ada yang mengemukakan 5 komponen kurikulum dan ada
yang mengemukakan hanya 4 komponen kurikulum.
Untuk mengetahui pendapat para ahli mengenai komponen
kurikulum berikut Subandiyah (1993: 4-6) mengemukakan ada 5 komponen kurikulum,
yaitu:
1. Komponen tujuan.
2. Komponen isi/materi.
3. Komponen media (sarana dan prasarana).
4. Komponen strategi.
5. Komponen proses belajar mengajar.
Sementara Soemanto (1982) mengemukakan ada 4 komponen
kurikulum, yaitu:
1. Objective (tujuan).
2. Knowledges (isi atau materi).
3. School learning experiences (interaksi belajar
mengajar di sekolah).
4. Evaluation (penilaian).
Pendapat tersebut diikuti oleh Nasution (1988),
Fuaduddin dan Karya (1992), serta Nana Sudjana (1991: 21). Walaupun istilah
komponen yang dikemukakan berbeda, namun pada intinya sama yakni:
1. Tujuan.
2. Isi dan struktur kurikulum.
3. Strategi pelaksanaan PBM (Proses Belajar Mengajar).
4. Evaluasi.
C. Konsep Kurikulum
Konsep kurikulum terus berkembang dan bervariasi
seiring perkembangan zaman serta perkembangan teori dan praktiknya. Akan
tetapi, dari semua perbedaan tersebut, akhirnya dapat ditarik kesimpulan atas tiga
konsep kurikulum antara lain sebagai berikut:
1. Kurikulum Sebagai Substansi
Kurikulum dianggap sebagai suatu rencana kegiatan
belajar yang dilakukan siswa di sekolah. Kurikulum juga dianggap sebagai
perangkat tujuan yang ingin dicapai.
Kurikulum juga dapat diartikan sebagai suatu dokumen
yang merumuskan tujuan, bahan ajar, kegiatan belajar dan mengajar, jadwal,
serta evaluasi.
2. Kurikulum Sebagai Sistem
Kurikulum adalah bagian dari sistem pendidikan. Sistem
yang berlaku dalam kurikulum terdiri dari struktur personalia dan prosedur
kerja tentang cara menyusun suatu kurikulum, melaksanakan, mengevaluasi, serta
menyempurnakannya.
Hasil dari sistem tersebut adalah tersusunnya suatu
kurikulum yang sesuai. Adapun fungsi dari sistem tersebut adalah untuk
memelihara kurikulum yang tengah atau akan diterapkan agar tetap dinamis.
3. Kurikulum
Sebagai Bidang Studi
Kurikulum sebagai bidang studi memiliki tujuan untuk
mengembangkan ilmu tentang kurikulum beserta sistemnya.
D. Fungsi Kurikulum
Kurikulum dalam pendidikan memiliki beberapa fungsi
sebagai berikut:
1. Fungsi kurikulum dalam rangka mencapai tujuan
pendididkan
Fungsi kurikulum dalam pendidikan tidak lain merupakan
alat untuk mencapai tujuan pendididkan.dalam hal ini, alat untuk menempa
manusia yang diharapkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Pendidikan suatu
bangsa dengan bangsa lain tidak akan sama karena setiap bangsa dan Negara
mempunyai filsafat dan tujuan pendidikan tertentu yang dipengaruhi oleh berbagai
segi, baik segi agama, idiologi, kebudayaan, maupun kebutuhan Negara itu
sendiri. Dsdengan demikian, dinegara kita tidak sama dengan Negara-negara lain,
untuk itu, maka:
a) Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan
pendidikan nasional,
b) Kuriulum merupakan program yang harus dilaksanakan
oleh guru dan murid dalam proses belajar mengajar, guna mencapai tujuan- tujuan
itu,
c) Kurikulum merupakan pedoman guru dan siswa agar
terlaksana proses belajar mengajar dengan baik dalam rangka mencapai tujuan
pendidikan.
2. Fungsi Kurikulum Bagi Sekolah yang Bersangkutan
Kurikulum
a) Sebagai alat mencapai tujuan pendidikan yang
diinginkan,
b) Sebagai pedoman mengatur segala kegiatan sehari-hari
di sekolah tersebut, fungsi ini meliputi:
· Jenis program pendidikan yang harus dilaksanakan,
· Cara menyelenggarakan setiap jenis program Pendidikan,
· Orang yang bertanggung jawab dan melaksanakan program
Pendidikan
3. Fungsi kurikulum yang ada di atasnya:
a) Fungsi Kesinambungan Sekolah pada tingkat atasnya
harus mengetahui kurikulum yang dipergunakan pada tingkat bawahnya sehingga
dapat menyesuaikan kurikulm yang diselenggarakannya.
b) Fungsi Peniapan Tenaga Bilamana sekolah tertentu diberi
wewenang mempersiapkan tenaga guru bagi sekolah yang memerlukan tenaga guru
tadi, baik mengenai isi, organisasi, maupun cara mengajar.
4. Fungsi Kurikulum Bagi Guru
Guru tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana kurikulum
sesuai dengan kurikulum yang berlaku, tetapi juga sebagai pengembanga kurikulum
dalam rangaka pelaksanaan kurikulum tersebut.
5. Fungsi Kurikulum Bagi Kepala Sekolah
Bagi kepala sekolah, kurikulum merupakan barometer
atau alat pengukur keberhasilanprogram pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.
Kepala sekolah dituntut untuk menguasai dan mengontrol, apakah kcegiatan proses
pendidikan yang dilaksanakan itu berpijak pada kurikulum yang berlaku.
6. Fungsi Kurikulum Bagi Pengawas (supervisor)
Bagi para pengawas, fungsi kurikulum dapat dijadikan
sebagai pedoman, patokan, atau ukuran dan menetapkan bagaimana yang memerlukan
penyempurnaan atau perbaikan dalam usaha pelaksanaan kurikulum dan peningkatan
mutu pendidikan.
7. Fungsi Kurikulum Bagi Masyarakat
Melalui kurikulum sekolah yang bersangkutan,
masyarakat bisa mengetahui apakah pengetahuan, sikap, dan nilaiserta
keterampilan yang dibutuhkannya relevan atau tidak dengan kuri-kulum suatu
sekolah.
8. Fungsi Kurikulum Bagi Pemakai Lulusan
Instansi atau perusahaan yang memper-gunakan tenaga
kerja yang baik dalamarti kuantitas dan kualitas agar dapat meningkatkan
produktivitas.
Sebagai rangkaian rencana demi terwujudnya tujuan
pendidikan, tentu kurikulum memiliki beberapa fungsi. Berikut adalah fungsi
dari kurikulum.
1. Fungsi
Penyesuaian
Kurikulum memiliki sifat mampu beradaptasi dengan
perubahan yang terjadi dalam lingkungan yang cenderung dinamis.
2. Fungsi
Integrasi
Kurikulum mampu menjadi alat pendidikan yang dapat
membentuk pribadi-pribadi yang utuh serta berintegritas di masyarakat.
3. Fungsi
Diferensiasi
Kurikulum merupakan alat pendidikan yang memperhatikan
pelayanan kepada setiap peserta didik yang mana mereka memiliki perbedaan
masing-masing yang patut untuk dihargai.
4. Fungsi
Persiapan
Sebagai alat pendidikan, kurikulum berfungsi untuk
membantu mempersiapkan peserta didik untuk dapat menuju ke jenjang pendidikan
berikutnya, serta siap untuk hidup bermasyarakat apabila peserta didik tersebut
tidak melanjutkan pendidikannya.
5. Fungsi
Pemilihan
Kurikulum memfasilitasi para peserta didik dengan cara
memberi mereka kesempatan untuk memilih program belajar yang sesuai dengan
minat serta bakatnya.
6. Fungsi
Diagnostik
Kurikulum berfungsi untuk memahami dan mengarahkan
potensi dari seorang peserta didik agar dia dapat menggali terus potensinya dan
memperbaiki kelemahannya.
Sedangkan untuk peserta didik, kurikulum berfungsi
untuk membantu mereka agar dapat memahami materi dan melaksanakan proses pembelajaran
dengan mudah, sehingga target pembelajaran dapat tercapai.
Selain itu, peserta didik juga diharapkan mendapatkan
pengalaman baru yang bisa saja menjadi bekal di kehidupannya nanti.
E. Tujuan
Kurikulum
Sebagai alat pendidikan, tentu kurikulum diciptakan
bukan tanpa tujuan. Bahkan, kurikulum muncul dan terus berkembang agar dapat
mencapai tujuan pendidikan. Tujuan utama kurikulum adalah untuk mempersiapkan
peserta didik agar dapat menjadi pribadi serta warga negara yang kreatif,
inovatif, beriman, dan juga afektif ketika dia berada pada lingkungan
masyarakat kelak. Selain itu, kurikulum juga bertujuan untuk mendidik dan
membimbing peserta didik agar dapat berkontribusi secara positif dalam
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
F. Landasan Filosofis Kurikulum
Sebuah kurikulum pendidikan pada umumnya disusun dan
dikembangkan berdasarkan berbagai landasan, seperti landasan filosofis,
landasan sosiologis, landasan psikologis, dan landasan organisator. Landasan filosofis
memerankan fungsinya sebagai pijakan elementer dari sebuah pembentukan konsep
kurikulum pendidikan. Hal ini sesuai dengan makna yang dikandung oleh nuansa
falsafah yang dalam konteks moderen dipahami sebagai ilmu yang berusaha untuk
memahami semua hal yang muncul di dalam keseluruhan lingkup pengalaman manusia
yang diharapkan agar dapat mengerti dan mempunyai pandangan menyeluruh dan
sistematis mengalami alam semesta (universe) dan tempat bagi manusia sebagai
bagian dari dunia (Barnadib,1999 :11). Menurut S.Nasution (2006: 10),
sekurang-kurangnya ada tiga dimensi kefilsafatan yang harus dipertimbangkan
ketika akan merancang kurikulum, antara lain adalah falsafah pendidikan,
falsafah Negara, dan falsafah lembaga pendidikan.
Filsafat pendidikan tidak lain adalah pelaksanaan
pandangan dan kaedah filsafat dalam bidanng pendidikan yang menentukan
prinsip-prinsip kepercayaan terhadap berbagai masalah pendidikan. Filsafat
pendidikan sebagai salah satu cabang dari kajian filsafat berusaha mengkaji
masalahmasalah pendidikan di mana secara filosofis, kurikulum merupakan alat
pemasukan (input instrumental) sebagai sarana terwujudnya proses kegiatan
pendidikan dan berarti pula sarana tercapainya tujuan pendidikan (Nurgianto,
1988: 29). Selain filsafat pendidikan, filsafat bangsa dengan corak dan modal
dasar serta nilai budaya suatu bangsa sesungguhnya penting dipertimbangkan
ketika merancang konsep kurikulum pendidikan. Filsafat bangsa biasanya
merupakan akumulasi nilai dari semua suku, agama, golongan, dan kepentingan
politik pada sebuah Negara yang selalu diarahkan agar semua program pendidikan
diorientasikan untuk menjaga dan mengembangkan filsafat tersebut. Dalam tatanan
ini, pada dasarnya sangat dibutuhkan adanya korelasi yang signifikan antara
filsafat suatu bangsa dengan nilai-nilai pendidikan yang selanjutnya dapat
dirumuskan dalam bentuk filsafat pendidikan nasional di suatu Negara tersebut.
Unsur ketiga dari dimensi kefilsafatan selain filsafat pendidikan dan filsafat
bangsa adalah aspek lembaga pendidikan. Bentuk filsafat lembaga pendidikan ini
dapat diketahui dari misi (mission), visi (vision) dan tujuan instutisional
suatu lembaga pendidikan. Biasanya filsafat suatu lembaga pendidikan jarang
sekali dinyatakan secara jelas, spesifik, dan eksplisit dalam bentuk tertulis
(Abdullah, 1999: 60).
Menurut S.Nasution (Nasution,1989:21), dalam
merumuskan sebuah filsafat lembaga pendidikan secara tertulis setidaknya perlu
memiliki komponen seperti:
1. Alasan rasional mengenai eksistensi lembaga pendidikan
itu.
2. Prinsip-prinsip pokok yang mendasarinya.
3. Prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi.
4. Prinsip-prinsip pendidikan mengenai hakikat anak,
hakikat proses belajar-mengajar, dan hakikat pengetahuan.
SUMBER
Hamalik,
Oemar. 2007. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
Bahri,
Syamsul. 2011. Pengembangan Kurikulum Dasar Dan Tujuannya. Jurnal
Ilmiah: Islam Futura. Volume XI, Nomor 1.
Siti
Fujiawati, Fuja. 2016. Pemahaman Konsep Kurikulum Dan Pembelajaran Dengan Peta
Konsep Bagi Mahasiswa Pendidikan Seni. Jurnal Pendidikan dan Kajian
Seni. Vol.1, No.1.
Lase,
Famahato. 2015. Dasar Pengembangan Kurikulum Menjadi Pengalaman Belajar. Jurnal
PG-PAUD STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai. Volume 1, Nomor 2.
Komentar
Posting Komentar